Postingan

Ketika Mitsaqan Ghaliza Itu Terucap

Gambar
Berikut adalah tulisan yang saya kutip dari sebuah akun instagram (@nikahbutuhilmu) yang isinya cukup menyentuh sehingga terbesit ide untuk menuliskannya kembali sebagai nasihat untuk diri sendiri. Mitsaqan Ghaliza atau perjanjian yang agung adalah sebuah ikrar kuat yang hanya disebutkan sebanyak tiga kali dalam Al-Qur'an. Yang pertama ketika Allah membuat perjanjian dengan Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Isa (QS Al-Ahzab : 7). Yang kedua, ketika Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia pada Allah (QS An-Nisa : 154). Dan yang ketiga ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan (QS An-Nisa : 21). Betapa penting nan mulianya kedudukan pernikahan di hadapan Allah, sehingga ikatan sakral pernikahan ini "disejajarkan" oleh Allah dengan perjanjian para Nabi dan perjanjian Bani Israil. Ketika mitsaqan ghaliza itu terucap, Allah telah memindahkan tanggung jawab yang sebelumnya dimiliki oleh orang tua perempuan, menjadi ...

Humanity as they said

Gambar
     Current bad situation that happened in some of country inspire me to write down about what I feel and share some point of view from the writers that have same opinion as mine. It's not only about the racism issue as one of never resolved problem in the world that I want to talk to, it's about why not begin to "make a change" from our personal mindset then to our closest circle relationship and people around us. Just like Cleo Wade said about h ow to stay connected to your soul: "When something happens in the world that is wrong, don't try to move on with your life like it's right. The voice within you says "this is not okay" is a direct call from the basic goodness of your spirit. Pick it up and stay on the line until you figure out how to help."      The older we get the more we realize just how mature we are becoming, that's why we have to understand life feels different for every person. Yups, sometimes we forgot that every pers...

Ramadhan & Syawal

Gambar
Every Ramadhan has a meaningful story especially in the moment of pandemic season that currently happened. In the mid of every worry and fright about all the uncertainty issues, news, and announcement out there I have been trying to build a better relationship with Allah & I have learned that when I put my focus on Him I feel so much peace, my mind feels clearer and sharper, therefore helping me to focus better on my daily tasks. I have faith that when I have Allah at the center of my days and life all the rest will be fine. I know sometimes at one point I wasn't grateful but as I've gotten older and wiser I understand why everything has a purpose behind it. Every delay is a blessing in disguise, every hardship I endure is needed a blessing in some sort. Sometimes it may not seem like a blessing, but it truly is. Allah will bless you with things you never thought you could have. You need to take each day as it comes and appreciate the little blessings in life before yo...

Mempunyai Rasa Malu

Gambar
Catatan Kajian Ustadz Khalid Basalamah Rabu, 9 Rajab 1441 Hijriah Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui pentingnya meninggalkan sifat buruk karena malu. Perangai malu ada 2 macam, yakni bawaan sejak seseorang masih kecil (karunia dari Allah) dan ketika seseorang telah mengenal Allah yaitu saat sudah mempunyai ilmu yang mumpuni sehingga menyadari bahwa Allah selalu mengawasi hamba-hambanya (dapat juga dikatakan buah dari keimanan). Al-Fudhail bin Iyadh menyebutkan lima tanda-tanda kehancuran pada diri manusia, yaitu Kerasnya hati  Susah Menangis Sedikit rasa malu Terlalu cinta dunia Panjang angan-angan kosong Malu adalah akhlak agama, karena salah satu perangai yang penting dalam islam adalah memiliki sifat malu. Contoh yang paling umum pada saat ini adalah maraknya media sosial ataupun applikasi pada perangkat elektronik yang memudahkan seseorang memperlihatkan hal-hal yang seharusnya ditutupi (aib) dan menunjukkan sesuatu perbuatan yang tidak ...

“Pengalaman Hidup Damai Dan Perang Di Syam, Negeri Akhir Zaman.”

Gambar
Seharusnya kita sekarang berada dalam keadaan demam! Kesakitan luar biasa. Karena sebagai umat, kita ini satu tubuh. Umat muslim sedang kesakitan. Tubuh kita sedang kesakitan. Tertindas, terhinakan. Allah menetapkan kita hidup dalam keadaan kaum muslimin tertindas dan terzalimi di beberapa negara diluar sana. Allah memberikan pelajaran, apakah kita mau peduli atau tidak. Saya menunggu-nunggu saatnya janji Allah yang ada dalam Al-Qur’an. - Kutipan tausiyah Ustadzah Santi Soekanto, dalam Kajian Bulanan Ahad Pagi dengan tema, “Pengalaman Hidup Damai Dan Perang Di Syam, Negeri Akhir Zaman.” pada hari Ahad, 6 Rajab 1441 Hijriah.

Mencetak Generasi Rabbani

Gambar
Catatan Kajian Ustadz Yusuf Utsman Baisa, LC Sabtu, 5 Rajab 1441 Hijriah On pict: My Niece, Rafania Az-Zahra (10 Months Old) Beberapa cara mendidik anak sejak dalam rahim, antara lain: Berdzikir,  Membaca Al-Quran Menjaga sikap, ucapan, dan perlaku Memberikan sentuhan lembut dan kasih sayang Mengkonsumsi makanan halal dan bergizi. Sepuluh Karakter Orang Tua Agar Pendidikan Anak Sukses: Ikhlas (niat karena Allah) Bertakwa   Berilmu Bertanggung Jawab (Amanah) Sabar Lemah Lembut (Tidak Bersikap Kasar) Penyayang (Empati & Simpati) Tidak Menuntut Tidak Mudah Marah Dekat dengan anak, namun berwibawa Delapan Metode Pembelajaran Kepada Anak Sejak Dini, yaitu: Memberi Ketauladanan Membacakan hal-hal yang berisi bimbingan & nasihat Membiasakan bercerita Memetik pelajaran dari setiap masalah Merutinkan kebiasaan baik, benar, & bermanfaat Memanfaatkan waktu luang bersama mereka Menanamkan motivasi & memberikan semangat Memb...

Manajemen Hati

Gambar
Catatan Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Fikri Sabtu, 5 Rajab 1441 Hijriah Hakikat kehidupan yang sebenarnya adalah tentang “rasa”, bukan tentang apa yang datang ataupun apa yang hilang. “Rasa” yang sejati adalah dengan mengelola hati. Contohnya ketika muncul masalah dalam hidup, tanpa kita sadari hati akan membuka dan mucullah “titik hitam” yang akan membuat hati menjadi kotor. Oleh karena itu, berusahalah untuk tidak membiarkan masalah kehidupan ataupun hal-hal yang tidak bermanfaat seperti membicarakan fitnah, berdusta, dan lain-lain masuk ke dalam hati agar “titik putih” dalam hati senantiasa bersih. Menurut ulama klasik orang yang beriman akan senantiasa fokus menata hati daripada sibuk menata amalan-amalan zahir, karena apabila hati kita bersih maka ibadah yang kita lakukan pun akan lebih bernilai dan tidak sekedar pura-pura (sandiwara) layaknya ibadah para orang munafik. Disaat kita sedang berzikir ataupun beribadah kepada Allah, sebisa mungkin untuk meresapi, meng...