Postingan

Kajian Persiapan Pranikah

Gambar
Catatan Singkat Kajian Ustadz Abu Ihsan al-Maidany Ahad, 1 Jumadil Akhir 1441 Hijriah Kesiapan Ilmu Berilmu sebelum berkata dan berbuat karena Jika seseorang itu pemahaman agamanya luas, maka ia akan sangat terampil dalam menyiapkan segala kebutuhan sebelum Menikah sesuai dengan Syariat Islam. مِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ “…Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya adalah orang yang berilmu (ulama)….” (Surat Fathir : 28). Kesiapan Mental & Psikologis Bertanggung jawab sebagai suami dan taat sebagi istri يلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang pali...

Cerita dari Kota Sukabumi

Gambar
Stasiun Sukabumi Pernah tinggal di Kota Sukabumi sekitar pertengahan tahun 2002 hingga akhir tahun 2003 membuat kota kecil ini menjadi salah satu kota yang memiliki kenangan tersendiri untuk saya. Ketika lulus dari bangku Sekolah Dasar, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di sebuah pesantren yang mana setelah menentukan beberapa pilihan dan melakukan survei di beberapa tempat dengan keluarga, saya pun memutuskan memilih sebuah pesantren di daerah Pulo Air, Sukabumi. Menjadi seorang santri adalah salah satu keinginan terbesar saya saat masih kecil karena ingin memperdalam belajar Al-Qur'an dan merasakan pengalaman hidup secara mandiri di asrama yang menurut ekspektasi saya pada saat itu pasti sangat menyenangkan. Begitulah, singkat cerita saya pun mulai memasuki dunia "boarding school" dengan segala aturan dan rutinitas yang cukup padat sekaligus merasakan suka duka menjadi seseorang yang mulai beranjak remaja dengan segala problematika khas ABG yang sebena...

Jagalah Aset Berhargamu

Gambar
Catatan Kajian Ustadz Muammar at-Tamimi Rabu, 28 Rabiul Akhir 1441 Hijriah On Pict : My Nephew, Muhammad Rafa Adz-Zikra Kiat memiliki anak yang shaleh dan shalehah Terlebih dahulu memperbaiki diri sendiri dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Sejak usia dini didekatkan dengan Al-Quran Perbaiki hubungan kita dengan orang tua dan mertua Memberikan anak-anak kita rezeki yang halal Banyak berdoa kepada Allah. Di bawah ini beberapa doa diambilkan dari Al Quran dan As Sunnah: Doanya Nabi Zakariyya 'alaihissalam ketika menginginkan anak: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ Artinya: “Wahai Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". (Al Quran Surat Ali Imran:38) Doanya Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika meminta anak: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ Artinya: “Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.” (Al Q...

Hijrah Kemana?

Gambar
Catatan Kajian Ustadz Luthfi Abdul Jabbar Selasa, 27 Rabiul Akhir 1441 Hijriah  Hijrah Kepada Allah Hijrah menurut bahasa artinya berjalan atau meninggalkan (dalam artian ada yang ditinggalkan dan ada yang dituju). Apabila masih berjalan di tempat artinya belum berhijrah. Ibnu Qayyim Al Jayuziyyah menulis sebuah risalah tentang seluk-beluk ‘berhijrah menuju Allah’, yang berjudul Zad al- Muhajiratau lebih dikenal dengan Ar Risalah At Tabukiyyah menyebut, hijrah kepada Allah dan Rasul-Nya tak bisa dilepas dari dua kata penting yaitu kata “dari” ( min ) dan kata “menuju” ( ila ). Berhijrah dengan totalitas hati, niat, dan komitmennya dari mencintai selain Allah me nuju kecintaan penuh kepada-Nya. Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَم...

Mengenal Masjidil Aqsha (Bagian 1)

Gambar
Resume Buku "Mengenal Masjidil Aqsha"  Penerbit: Sahabat Al-Aqsha Berapa banyak dari kita mengenal Masjidil Aqsha? Berapa banyak dari kita yang pernah mendengar atau membaca tentang sebuah kawasan yang diberkahi Allah bernama Baitul Maqdis, lokasi berdirinya Masjidil Aqsha? Mungkin tidak begitu banyak. Padahal, Masjidil Aqsha adalah bagian penting sejarah ummat Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam, bagian penting kehidupan umat masa kini, dan akan menjadi bagian penting kehidupan ummat di masa yang akan datang. Inilah masjid yang oleh Allah Ta'ala "dikembarkan" alias disejajarkan kedudukannya dengan masjidil haram di Makkah, sebagaimana terbukti dalam firman Allah:  سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu mal...

That green corner distract my attention

Gambar
Melihat isi Blog ini yang isinya campur aduk tanpa ada tema khusus, membuat saya berpikir untuk sesekali menulis atau lebih tepatnya me-review tempat-tempat menarik yang pernah saya kunjungi. Tanpa bermaksud mengikuti tren travel blog yang sudah menjamur diluar sana, mari anggap saja ini sekedar catatan kenangan pribadi akan suatu tempat karena Blog ini memang fungsinya (kurang-lebih) sebagai buku harian online. Hehe Sering melewati jalan setapak di depan sebuah kedai (tempat makan) kecil di daerah Blok M, membuat saya sedikit penasaran dengan dekorasinya yang terlihat rapi dengan pot-pot kecil berisi tanaman hias berupa kaktus dan jenis lainnya yang tidak saya ketahui dengan pasti nama-nama dan penyebutannya. Hingga suatu hari saya pun memutuskan untuk masuk dan melihat-lihat buku menu yang tersedia di depan pintu. Walau awalnya sekedar tertarik dengan dekorasi "eye catching" yang ditawarkan, ternyata menu yang disediakan pun tak kalah menarik untuk dicoba karena...

Cahaya Faidah Surat Al-Qomar

Gambar
Catatan Kajian Ustadz Firanda Andirja LC MA Ahad, 11 Rabiul Akhir 1441 Hijriah Takdir memiliki empat tingkatan, dan tidak sah keimanan seseorang kecuali dengan mengimani seluruh tingkatan ini, keempat tingkatan ini adalah; Yang pertama adalah  Al  Ilmu . Yaitu dengan meyakini bahwa Allah  ta’ala  maha mengetahui segala sesuatu, baik yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, ataupun yang akan terjadi. Bahkan Allah mengetahui sesuatu yang tidak terjadi, dan bagaimana jika itu terjadi. Sebagaimana juga Dia maha tahu tentang ciptaannya sebelum Dia menciptakan mereka, dan Allah mengetahui rizki, ajal, serta amalan mereka. Dalil akan hal ini sangatlah banyak, diantaranya firman Allah  ta’ala  (yang artinya), “ Tidak ada tersembunyi daripada-Nya sebesar zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh ” (...